Tandapena.id – Upaya rehabilitasi lingkungan di Kalimantan Timur menunjukkan hasil nyata. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat keberhasilan pemulihan lahan hampir 60 ribu hektare sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Benua Etam.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur H. Seno Aji yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.
Melalui program mitigasi yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemprov Kaltim berhasil merehabilitasi lahan seluas sekitar 59.854,97 hektare. Lahan tersebut kini difungsikan kembali sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan areal Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa perlindungan lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kerusakan lingkungan tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup generasi saat ini dan mendatang.
“Menjaga lingkungan sama dengan merawat kehidupan dan berinvestasi untuk masa depan menuju generasi emas. Kerusakan lingkungan akan membawa banyak mudarat,” tegas Gubernur Harum, baru-baru ini.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk masyarakat serta sektor usaha seperti pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Sektor-sektor tersebut diminta bertanggung jawab melakukan penutupan dan penghijauan kembali terhadap lahan-lahan yang sudah tidak produktif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DLH Kaltim, H. Joko Istanto, menjelaskan bahwa capaian penutupan lahan tersebut telah melalui proses verifikasi. Data dihimpun berdasarkan perhitungan RTH dan RHL yang diajukan oleh sepuluh kabupaten dan kota melalui aplikasi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) atau Sistem Informasi Tata Lingkungan (SITALA) hingga 10 November 2025.
Upaya rehabilitasi tersebut juga didukung ketersediaan bibit tanaman. Berdasarkan data Dinas Kehutanan Kaltim, sebanyak sekitar 1.091.702 batang bibit telah disiapkan untuk menunjang kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lahan di berbagai wilayah. (*)











