EkonomiKalimantan TimurSamarinda

Pemprov Kaltim Fokus Modernisasi Pertanian dan Pemurnian Bibit untuk Tingkatkan Produktivitas

161
×

Pemprov Kaltim Fokus Modernisasi Pertanian dan Pemurnian Bibit untuk Tingkatkan Produktivitas

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat disambangi di ruangannya, di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. (Istimewa)

Tandapena.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui modernisasi alat dan pemurnian bibit. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam 100 hari kerja pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa meskipun program ini bukan prioritas utama, Pemprov Kaltim berupaya mempercepat implementasinya untuk mendorong efisiensi dan hasil pertanian yang lebih baik.

“Kami ingin meningkatkan intensifikasi pertanian dengan mengoptimalkan penggunaan alat-alat modern,” ujarnya, Rabu (4/3/2025).

Pemprov Kaltim saat ini sedang mempertimbangkan kerja sama dengan beberapa negara, termasuk China, yang telah menawarkan bantuan teknologi pertanian. Namun, Seno menekankan bahwa teknologi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik lahan di Kaltim.

“Lahan di sini berbeda dengan di Jawa. Ada daerah yang berawa, sehingga penggunaan alat tertentu harus hati-hati agar tidak menimbulkan masalah seperti tenggelam,” jelasnya.

Selain modernisasi alat, Pemprov Kaltim juga menyoroti masalah penurunan hasil panen akibat degradasi kualitas bibit. Seno mengungkapkan bahwa produktivitas padi di Kaltim mengalami penurunan signifikan.

“Dulu, hasil panen bisa mencapai 7-8 ton per hektare, sekarang hanya sekitar 3-4 ton. Padahal, penggunaan pupuk dan waktu tanam sama,” katanya.

Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Kaltim akan melakukan upaya pemurnian bibit guna mengembalikan produktivitas ke tingkat sebelumnya.

“Kami akan fokus pada pemurnian bibit agar hasil panen petani bisa kembali meningkat,” tambah Seno.

Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga berupaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, harga pembelian gabah minimal harus Rp6.500 per kilogram.

“Kami sedang menyusun pola distribusi yang adil agar harga pupuk dan gabah tetap stabil. Misalnya, jika harga pupuk di pabrik Rp1.000 per kg, petani juga harus mendapatkan harga yang sama, bukan lebih mahal,” jelas Seno.

Selain itu, Seno menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Sesuai arahan Presiden, distribusi pupuk akan dilakukan langsung dari pabrik ke petani tanpa perantara.

“Target kami, dalam satu bulan ke depan, sistem distribusi ini bisa terealisasi. Pupuk dari pabrik Kaltim harus langsung sampai ke tangan petani,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *