PaserPPU

Mentan Andi Amran Sulaiman Optimis Kaltim Capai Swasembada Pangan 2026

100
×

Mentan Andi Amran Sulaiman Optimis Kaltim Capai Swasembada Pangan 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, saat kunjungan kerja di Penajam Paser Utara.(Istimewa)

Tandapena.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu dekat. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja ke Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat lalu.

“Kaltim memiliki lahan pertanian yang sangat luas, dengan 46 ribu hektare lahan baku sawah. Jika dikelola secara optimal dengan pola tanam tiga kali dalam setahun dan hasil panen mencapai 7 ton per hektare, maka dalam 90 hari ke depan Kaltim bisa swasembada pangan,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya percepatan program swasembada pangan nasional. Mentan meminta dukungan penuh dari TNI dan pemerintah daerah untuk memastikan lahan pertanian, terutama yang dekat dengan sumber air, dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian (Kementan) siap memberikan bantuan 500 pompa air untuk irigasi serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas.

Selain itu, Mentan juga mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, mengingat potensi pendapatannya yang menjanjikan, yakni Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim, Rudy Masud, menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan pertanian sebagai sektor prioritas. Ia menekankan pentingnya intensifikasi pertanian dengan memanfaatkan lahan dekat sumber air agar bisa panen lebih dari sekali dalam setahun.

Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan dialog bersama petani dan penyuluh pertanian, penyerahan bantuan secara simbolis, serta demonstrasi pengolahan lahan menggunakan rotavator dan penanaman padi dengan drone tebar benih sebagai bentuk modernisasi pertanian.

“Saat ini, kebutuhan beras Kaltim mencapai 450 ribu ton per tahun, sementara produksinya baru 200 ribu ton. Dengan upaya yang dilakukan, diharapkan Kaltim dapat segera mencapai swasembada pangan,” tutup Rudy.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *