NewsSamarinda

BBM Pertamax di Samarinda Terkontaminasi Zat Berbahaya, Bukti Laboratorium Ungkap Fakta Mengejutkan

96
×

BBM Pertamax di Samarinda Terkontaminasi Zat Berbahaya, Bukti Laboratorium Ungkap Fakta Mengejutkan

Sebarkan artikel ini
Konferensi Pers mengenai hasil uji kualitas BBM analisis laboratorium BBM jenis Pertamax dari Depo Pertamina, SPBU, dan konsumen terdampak di Samarind, oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun (tengah). (Yhon/Tandapena.id)

Tandapena.id, Samarinda – Hasil uji laboratorium independen yang diinisiasi Pemerintah Kota Samarinda membuktikan adanya kandungan berbahaya dalam BBM jenis Pertamax yang diduga menjadi penyebab kerusakan mesin kendaraan warga. Temuan ini menjawab keluhan masyarakat yang sempat viral di media sosial beberapa waktu terakhir.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan oleh tim independen dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) sebagai respons atas banyaknya laporan masyarakat.

“Kami ingin memastikan ini secara akademis, bukan sekadar asumsi,” ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (5/5/2025).

Hasil uji tersebut bertolak belakang dengan klaim Pertamina yang menyatakan BBM dari Terminal T-05 dan dua SPBU di Samarinda (SPBU Slamet Riyadi dan APT Pranoto) memenuhi standar pada 12 April 2025. Tim peneliti mengambil sampel langsung dari kendaraan warga yang terdampak dan menemukan angka Research Octane Number (RON) di bawah standar Pertamax (RON 92). Sampel pertama hanya mencapai RON 86,7, sampel kedua RON 89,6, dan sampel ketiga RON 91,6.

Lebih mengkhawatirkan, analisis lanjutan mengungkap empat parameter berbahaya yang melampaui batas aman, yaitu kandungan timbal (66 ppm), air (742 ppm), total aromatik (51,16% v/v), dan benzena (8,38% v/v). Uji dengan metode SEM-EDX dan FTIR juga menemukan kontaminasi logam berat seperti timah (Sn), rhenium (Re), dan timbal (Pb), serta senyawa polimer berbahaya yang dapat menyumbat sistem injeksi kendaraan.

Tak hanya itu, ia menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab.

“Kami serahkan seluruh temuan ini kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti,” kata Andi Harun.

Sementara itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan melaporkan jika menemukan indikasi kerusakan mesin akibat BBM bermasalah.

Hasil uji lengkap sementara belum dapat diungkap ke publik karena masih dalam proses validasi lebih lanjut oleh lembaga terkait. Namun, Pemkot memastikan temuan ini telah melalui pemeriksaan kredibel, termasuk dari laboratorium di luar Kalimantan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *