BerauKalimantan Timur

Kaltim Siapkan Jembatan Baru Rp24,2 Miliar di Berau untuk Perkuat Akses dan Perekonomian

10
×

Kaltim Siapkan Jembatan Baru Rp24,2 Miliar di Berau untuk Perkuat Akses dan Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Jembatan Sei Bataan, Berau Kaltim (ist)

Tandapena.id, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Sei Bataan, proyek infrastruktur senilai sekitar Rp24,2 miliar yang dibangun di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah termaju di Kaltim sekaligus peraih Upah Minimum Kabupaten (UMK) tertinggi di provinsi tersebut.

Pembangunan jembatan yang dibiayai APBD ini telah mencapai sekitar 90 persen progres pengerjaan dan kini memasuki tahap akhir. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Berau.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, menegaskan bahwa jembatan ini akan menjadi penghubung vital bagi aktivitas masyarakat.

“Pemerintah daerah berharap Jembatan Sei Bataan dapat segera difungsikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Biduk-Biduk,” ujar Benny.

Ia juga memastikan bahwa pembangunan jembatan dilakukan untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini mengandalkan akses terbatas antarwilayah.

“Selama ini masyarakat harus melalui jalur memutar. Dengan jembatan ini, akses menjadi jauh lebih efisien dan aman, terutama untuk aktivitas perdagangan dan layanan dasar,” tambahnya.

Kabupaten Berau tercatat memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,49 pada tahun 2024 dan menjadi daerah dengan UMK tertinggi di Kalimantan Timur pada 2025, lebih dari Rp4 juta per bulan. Hal ini menegaskan posisi Berau sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di provinsi.

Keberadaan Jembatan Sei Bataan diharapkan tidak hanya menghubungkan dua titik wilayah, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi ekonomi lokal, memperkuat konektivitas desa-desa pesisir, serta mengurangi hambatan logistik di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *