Tandapena.id, Samarinda – Ribuan massa dari Aliansi Mahakam mengguncang halaman depan Gedung DPRD Kaltim, aliansi tersebut tergabung dari berbagai kampus dan masyarakat sipil, Senin (1/9) siang.
Mereka tidak hanya mengkritik keras tunjangan mewah anggota dewan, tetapi juga menggulirkan sederet tuntutan terkait persoalan pelik yang menghantam Kalimantan Timur.
Humas Aliansi Mahakam, Syafrudin, menegaskan bahwa isu tunjangan fantastis DPR tetap menjadi titik panas yang tidak bisa diabaikan.
“Pernyataan presiden soal tunjangan mewah DPR belum menyentuh substansi. Kami menuntut agar persoalan ini dibongkar habis. Di DPRD Kaltim, kami soroti pula bau busuk KKN dan kejahatan ekologis yang terus merajalela,” ujarnya lantang.
Menurutnya, Kaltim yang dianugerahi kekayaan tambang batu bara dan minyak justru tak mampu memberi kehidupan layak bagi warganya.
“Sumber daya alam kita diangkut keluar, tapi rakyat tetap sengsara. Ini pengkhianatan terhadap daerah,” tegasnya.
Tak hanya itu, keresahan buruh, petani, hingga mahasiswa juga menjadi amunisi aksi kali ini. Syafrudin menyebut Aliansi Mahakam telah merumuskan 11 tuntutan untuk diserahkan kepada DPRD Kaltim, termasuk soal krisis lingkungan dan pembasmian praktik KKN.
“Kami tidak akan berhenti sebelum tuntutan ini benar-benar dijalankan dan dibawa ke pusat,” pungkasnya.(*)











