Tandapena.id – Kepolisian melalui jajaran Brimob menegaskan komitmennya untuk mengambil tanggung jawab penuh terkait insiden seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis saat aksi demonstrasi di sekitar DPR.
“Atas nama pimpinan, kami ingin menyampaikan kepada seluruh rekan-rekan ojek online bahwa tanggung jawab atas peristiwa ini akan kami pikul sepenuhnya,” ujar Anggota Brimob, Jemmy, dalam keterangan video dikutip dari Beritasatu.com, Kamis (28/8/2025).
Jemmy menyatakan, selain bertanggung jawab, pihaknya juga akan menempuh jalur hukum terhadap personel yang terlibat dalam kejadian tersebut.
“Saat ini, seluruh anggota yang bertugas, termasuk yang berada di lokasi saat kejadian, tengah kami periksa lebih lanjut. Kami tidak akan menghindar dari tanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi korban akan terus dipantau, dengan koordinasi intensif bersama pihak rumah sakit.
“Korban terus kami monitor dan perkembangan medisnya kami pantau bersama pihak rumah sakit,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya menyampaikan maaf atas kejadian tersebut. Pun memastikan akan bertanggung jawab atas kejadian itu.
“Kami memohon maaf sedalam-dalamnya atas kejadian yang tidak kita inginkan ini. Sekali lagi, kami pastikan tanggung jawab penuh ada pada kami,” imbuhnya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.40 WIB di dekat SPBU Jalan Lamper, Bendungan Hilir. Berdasarkan informasi dari rekan-rekan ojol, korban tengah melintas ketika kendaraan taktis Brimob melaju dan menabraknya.
Saksi di lokasi menyebut, korban sempat terseret sebelum akhirnya terlindas ban besar kendaraan. Warga dan pengemudi ojol lainnya segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Hingga berita ini diterbitkan, korban dilaporkan dalam kondisi koma.
“Teman kami sekarang masih koma di rumah sakit karena tertabrak baracuda,” ungkap salah satu pengemudi ojol di lokasi dengan nada prihatin.(*)











