Kutai KartanegaraNewsPariwara

Jalan Utama Balikpapan-Samarinda Terancam Putus Akibat Longsor

128
×

Jalan Utama Balikpapan-Samarinda Terancam Putus Akibat Longsor

Sebarkan artikel ini
Tampak kondisi Jalan Poros Samarinda - Balikpapan, km 28 Desa Batuah, Kukar.(Istimewa)

Tandapena.id – Jalan penghubung utama antara Balikpapan dan Samarinda nyaris terputus setelah terjadinya longsor di Kilometer 28, di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Kejadian ini memicu kepanikan warga setempat, yang terpaksa mengatur lalu lintas secara bergotong royong untuk mengatasi kemacetan panjang di kedua arah.

Meski petugas kepolisian sesekali turun tangan, sebagian besar pengaturan arus kendaraan masih dilakukan oleh warga secara mandiri. Di tengah situasi yang mencemaskan, beberapa orang terlihat berusaha menyelamatkan barang-barang rumah tangga dan kayu dari reruntuhan.

Suasana makin mencekam dengan munculnya retakan baru di sekitar lokasi, yang mengindikasikan kemungkinan longsor susulan. Salah seorang korban, Wati, mengungkapkan bahwa tanda-tanda bencana sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu.

“Awalnya hanya retak kecil, lalu rumah mulai berbunyi-bunyi aneh. Sempat berhenti sekitar dua bulan, tapi kemudian longsor datang lagi dan kerusakan semakin parah,” kisahnya, Senin (19/5/2025). Saat ini, Wati dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudara.

Ketua RT 25 Dusun Tani Jaya, Idris mengaku, bahwa warga telah beberapa kali melaporkan kondisi tanah yang tidak stabil kepada pemerintah desa. Bahkan, rumahnya sendiri turut terdampak longsor.

“Sudah ada rencana penanganan dari pemerintah, tapi belum terealisasi. Kami masih menunggu tindakan nyata,” ujarnya.

Pemerintah melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) berencana merelokasi warga ke lahan yang lebih aman di Dusun Tani Jaya. Namun, proses ini masih menunggu hasil kajian teknis untuk memastikan keamanan lokasi baru.

Berdasarkan penelitian awal Universitas Mulawarman (Unmul), longsor ini digolongkan sebagai bencana alam. Namun, sebagian warga masih meragukan penyebabnya dan menduga aktivitas pertambangan di sekitar lokasi turut memperburuk kondisi tanah.

“Ini masih dugaan warga, belum ada bukti pasti,” jelas Idris.

Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah beserta jajarannya telah mengunjungi lokasi bencana, memberikan sedikit harapan bagi warga yang terdampak. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti mereka, terutama terkait waktu relokasi dan perbaikan jalan yang masih terganggu.

“Kami sedih melihat kondisi warga. Semoga pemerintah segera mengambil langkah serius,” harap Idris.

Sementara itu, arus lalu lintas di poros Samarinda-Balikpapan tetap terhambat, mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Warga terus berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah untuk memulihkan keadaan.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *