Olahraga

Aksi Damai Pendukung Borneo FC di Stadion Segiri Menuntut Kepastian Penggunaan Stadion

148
×

Aksi Damai Pendukung Borneo FC di Stadion Segiri Menuntut Kepastian Penggunaan Stadion

Sebarkan artikel ini
Suasana aksi damai pendukung Borneo FC di Stadion Segiri, Rabu (5/2/2025).(Istimewa)

Tandapena.id, Samarinda – Pendukung setia Borneo FC kembali menunjukkan kekuatannya dengan menggelar aksi damai di Stadion Segiri, Rabu (5/2/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakpastian status kepemilikan dan penggunaan stadion yang selama ini menjadi markas utama tim kebanggaan mereka.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengakui bahwa hingga saat ini, Stadion Segiri belum diserahkan oleh pemerintah pusat. Hal ini membuat Borneo FC terpaksa menjalani pertandingan kandangnya di Stadion Batakan, Balikpapan, selama proses renovasi berlangsung.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa stadion tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait persiapan MYC 2023-2024.

“Kepastian penggunaan stadion sangat bergantung pada proses penyerahan dari pemerintah pusat ke Pemprov Kaltim,” ujarnya Kamis (6/1/2025).

Aksi damai ini juga dipicu oleh kabar beredar bahwa Borneo FC kemungkinan tidak dapat menggunakan Stadion Segiri untuk laga Derby Papadaan melawan Barito Putera pada 16 Februari 2025 mendatang. Ketua MSA Borneo FC, Yudhi HS, menegaskan bahwa hingga kini belum ada kepastian dari pihak manajemen terkait penggunaan stadion.

“Kami meminta agar Pj Gubernur Kaltim tidak menghalangi hak kami. Jika dalam 24 jam tidak ada kepastian, kami akan menggelar aksi yang lebih besar dan mendatangi Kantor Gubernur,” tegas Yudhi.

Sementara itu, Ahmad Gibran Utomo, kontraktor pelaksana renovasi Stadion Segiri, mengungkapkan bahwa proses renovasi sempat mengalami keterlambatan sekitar satu bulan. Namun, pekerjaan utama telah selesai dan hanya tersisa beberapa penyelesaian minor.

“Pemeliharaan akan terus dilakukan selama enam bulan ke depan sesuai ketentuan kontrak,” jelasnya.

Meski secara teknis stadion sudah siap digunakan, proses penyerahan dari Kementerian PUPR ke Pemprov Kaltim atau pemerintah kota masih menjadi kendala utama.

“Tinggal menunggu proses administratifnya,” pungkas Gibran.

Dengan situasi ini, pendukung Borneo FC berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian agar tim mereka bisa kembali bermain di kandang sendiri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *